Selamat siang semuanya. Kembali lagi bersama penulis dalam cerita The Destiny, maafkan penulis karena tidak bisa post cerita secepat mungkin sebab banyak hal yang sedang penulis rencanakan. :D
Cerita kali ini akan melanjutkan part 1 sebelumnya, jadi untuk kalian yang belum membacanya bisa membacanya terlebih dahulu disini.
Langsung saja.. Selamat membaca!!!
Deru angin dan matahari senja menemani kami diatas dinding perbatasan dengan keheningan, beberapa detik kemudian kakek Billy baru berbicara, "Di Dunia ini, dimana Blok ini berisi orang-orang kejam dan jahat, pasti juga ada orang baiknya. Mereka membantu orang-orang yang kesulitan disini dan menolong sesama, walau mereka juga termasuk orang susah." Jawab kakek Billy sambil melihat orang-orang yang sedang bercanda ria dibawah. "Dan siapa mereka, kek?" Tanyaku kembali. "Mereka itu....."
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, sekumpulan orang berteriak dan melompat dengan wajah ceria melewati perumahan warga. Hal itu sontak membuatku dan kakek Billy menoleh kearah mereka, kulihat betapa gesitnya mereka berlari dan melompati perumahan warga. Mereka berhenti di atap rumah tingkat dua dan berbincang-bincang sambil menghela nafas, perbincangan mereka cukup terdengar jelas olehku karena jarak antara tempatku berdiri dan mereka tidak terlalu jauh. “Saatnya kembali kesana guys. Ada yang ingin menyerah?” Tanya salah satu dari mereka yang sepertinya adalah ketua, namun kelima temannya hanya tersenyum palsu yang menandakan mereka belum menyerah.
“Mereka itu siapa kek? Kenapa mereka melakukan itu? Apa mereka maling? Atau mereka memang hobi parkour?” Segelintir pertanyaan kusampaikan pada kakek Billy. “Ya, merekalah orang yang sedang kita bicarakan saat ini, mereka adalah Xtreme Boy atau orang-orang sini biasa memanggilnya dengan sebutan XB.” Jawab kakek Billy melanjutkan jawaban sebelumnya yang sempat terpotong. Ternyata mereka adalah orang dibalik senyuman penduduk yang berada jauh dari jangkauan istana, kulihat mereka berbagi makanan dan barang-barang yang mereka bawa kepada semua orang disini.
Lima orang dari mereka telah pergi menuju suatu tempat. Dari arahnya, kurasa mereka akan pergi ke Studio Tower. Namun orang yang tadi kuanggap ketua belum beranjak dari posisinya, "keindahan apalagi yang akan kita lihat hari ini?! Guys, lari dan melompatlah selalu! Jangan lambat, aku akan mengejar kalian" Ujarnya yang masih dapat kudengar. Akhirnya dia mengejar teman-temannya yang sudah jauh didepan.
Teman-temannya sudah sampai dibawah Studio Tower. "Lakukan lagi?". "Maunya. Tapi kapten belum tiba." Ucap Zein sambil mencari sang kapten. Tiba-tiba ada seseorang yang berteriak kepada mereka, suara itu berasal dari dari atas gedung kecil yang bersebelahan dengan studio. "Kenapa kalian berhenti? Pemandangan indah ada diatas sana!" Teriakan sang kapten yang sedang berlari menuju studio. Dia berniat melompati gedung tersebut, padahal jarak lompatannya terpaut cukup jauh. Lompatan tinggi itu sontak membuat timnya terpana, sampai mendekati sisi dari studio, kapten mengeluarkan kail dari saku celananya. Kail itu dilemparkan dan mengenai tepat disisi studio dan mendarat dengan aman di lantai lima, timnya mulai mengejarnya karena tidak mau kalah, "Kami akan mengejarmu, kapten!" Kesal Nia. Mereka langsung mengejarnya dan berhasil sejajar dengan kapten, namun dia lupa untuk menggulung kailnya kembali, alhasil dia tertinggal jauh oleh timnya. Mereka berlima telah sampai di puncak lantai tiga belas, beberapa saat kemudian sang kapten baru tiba dengan nafas terengah-engah, "Kau lambat, Riz!" Ejek si tomboy. Sang kapten hanya bisa tertawa kecil mendengar ejekan tersebut. "Sekarang kita sudah melihat keindahan itu, iya kan?" Tanya Reza pada siapapun yang mendengarnya. "Ya, keindahan matahari senja di Blok ini membawa ketenangan untuk jiwa kita yang telah melakukan banyak hal setiap harinya." Senyum sang kapten pada semuanya sambil menghela nafas. Senyuman yang lain pun terekah akan pemandangan tersebut, dan tersenyum untuk mengakhiri hari ini karena mereka telah berbagi suka cita kepada orang-orang.
Chapter 1 selesai... Terima kasih atas dukungan kalian semua karena telah membaca cerita yang penulis buat ini. Semoga di chapter-chapter berikutnya semua akan terjelaskan jika ada yang belum mengerti, itu saja yang bisa penulis sampaikan, akhir kata terima kasih dan see you on next chapter!!! :)
Cerita kali ini akan melanjutkan part 1 sebelumnya, jadi untuk kalian yang belum membacanya bisa membacanya terlebih dahulu disini.
Langsung saja.. Selamat membaca!!!
CHAPTER 1: DUNIAKU (Part 2)
Deru angin dan matahari senja menemani kami diatas dinding perbatasan dengan keheningan, beberapa detik kemudian kakek Billy baru berbicara, "Di Dunia ini, dimana Blok ini berisi orang-orang kejam dan jahat, pasti juga ada orang baiknya. Mereka membantu orang-orang yang kesulitan disini dan menolong sesama, walau mereka juga termasuk orang susah." Jawab kakek Billy sambil melihat orang-orang yang sedang bercanda ria dibawah. "Dan siapa mereka, kek?" Tanyaku kembali. "Mereka itu....."
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, sekumpulan orang berteriak dan melompat dengan wajah ceria melewati perumahan warga. Hal itu sontak membuatku dan kakek Billy menoleh kearah mereka, kulihat betapa gesitnya mereka berlari dan melompati perumahan warga. Mereka berhenti di atap rumah tingkat dua dan berbincang-bincang sambil menghela nafas, perbincangan mereka cukup terdengar jelas olehku karena jarak antara tempatku berdiri dan mereka tidak terlalu jauh. “Saatnya kembali kesana guys. Ada yang ingin menyerah?” Tanya salah satu dari mereka yang sepertinya adalah ketua, namun kelima temannya hanya tersenyum palsu yang menandakan mereka belum menyerah.
“Mereka itu siapa kek? Kenapa mereka melakukan itu? Apa mereka maling? Atau mereka memang hobi parkour?” Segelintir pertanyaan kusampaikan pada kakek Billy. “Ya, merekalah orang yang sedang kita bicarakan saat ini, mereka adalah Xtreme Boy atau orang-orang sini biasa memanggilnya dengan sebutan XB.” Jawab kakek Billy melanjutkan jawaban sebelumnya yang sempat terpotong. Ternyata mereka adalah orang dibalik senyuman penduduk yang berada jauh dari jangkauan istana, kulihat mereka berbagi makanan dan barang-barang yang mereka bawa kepada semua orang disini.
Lima orang dari mereka telah pergi menuju suatu tempat. Dari arahnya, kurasa mereka akan pergi ke Studio Tower. Namun orang yang tadi kuanggap ketua belum beranjak dari posisinya, "keindahan apalagi yang akan kita lihat hari ini?! Guys, lari dan melompatlah selalu! Jangan lambat, aku akan mengejar kalian" Ujarnya yang masih dapat kudengar. Akhirnya dia mengejar teman-temannya yang sudah jauh didepan.
Teman-temannya sudah sampai dibawah Studio Tower. "Lakukan lagi?". "Maunya. Tapi kapten belum tiba." Ucap Zein sambil mencari sang kapten. Tiba-tiba ada seseorang yang berteriak kepada mereka, suara itu berasal dari dari atas gedung kecil yang bersebelahan dengan studio. "Kenapa kalian berhenti? Pemandangan indah ada diatas sana!" Teriakan sang kapten yang sedang berlari menuju studio. Dia berniat melompati gedung tersebut, padahal jarak lompatannya terpaut cukup jauh. Lompatan tinggi itu sontak membuat timnya terpana, sampai mendekati sisi dari studio, kapten mengeluarkan kail dari saku celananya. Kail itu dilemparkan dan mengenai tepat disisi studio dan mendarat dengan aman di lantai lima, timnya mulai mengejarnya karena tidak mau kalah, "Kami akan mengejarmu, kapten!" Kesal Nia. Mereka langsung mengejarnya dan berhasil sejajar dengan kapten, namun dia lupa untuk menggulung kailnya kembali, alhasil dia tertinggal jauh oleh timnya. Mereka berlima telah sampai di puncak lantai tiga belas, beberapa saat kemudian sang kapten baru tiba dengan nafas terengah-engah, "Kau lambat, Riz!" Ejek si tomboy. Sang kapten hanya bisa tertawa kecil mendengar ejekan tersebut. "Sekarang kita sudah melihat keindahan itu, iya kan?" Tanya Reza pada siapapun yang mendengarnya. "Ya, keindahan matahari senja di Blok ini membawa ketenangan untuk jiwa kita yang telah melakukan banyak hal setiap harinya." Senyum sang kapten pada semuanya sambil menghela nafas. Senyuman yang lain pun terekah akan pemandangan tersebut, dan tersenyum untuk mengakhiri hari ini karena mereka telah berbagi suka cita kepada orang-orang.
~~~~~
Chapter 1 selesai... Terima kasih atas dukungan kalian semua karena telah membaca cerita yang penulis buat ini. Semoga di chapter-chapter berikutnya semua akan terjelaskan jika ada yang belum mengerti, itu saja yang bisa penulis sampaikan, akhir kata terima kasih dan see you on next chapter!!! :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah membaca. Silahkan berikan kritik dan saran kalian pada kolom komentar agar penulis bisa memperbaiki kesalahan sebelumya. Jangan lupa untuk follow akun Google+ penulis untuk informasi cerita-cerita lainnya. :)